Punya Masalah? Yuk Atasi dengan Membaca

irma vania konsultasi peluang bisnis online moment tips sukses dengan membacaAda banyak masalah di dunia ini yang solusinya sederhana sekali: MEMBACA. Back to basic, wahyu pertama yang diturunkan, IQRO’.

Membaca itu sulit, proses belajarnya seumur hidup. Karena membaca harus dilakukan dengan konsentrasi serta disiplin yang luar biasa. Membaca juga bukan tugasnya anak sekolah & kuliah aja, lho! Dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari pun kita juga perlu membaca.

Mau ngirim WA, baca apa nomor tujuannya benar.
Mau ngirim paket, baca dan baca lagi, kroscek dengan info/screenshot alamat tujuan.
Mau kirim email, baca dan cek apa alamatnya benar.
Mau memaksimalkan fungsi pakai HP, baca dulu panduan penggunaannya.
Mau ngurus SIM, baca dulu prosedurnya.
Mau nikah, baca dulu syarat dan ketentuannya, misalnya UU serta aturan hukum lainnya terkait pernikahan.
Mau naik pesawat, baca dulu info dan aturannya.

Kemarin lusa di front office (FO) hotel ada orang yang marah-marah hingga tidak jadi check in. *curi dengar*

Problemnya simple, yaitu gagal menyimak dalam proses membaca. Orang ini mau menginap dengan memanfaatkan fasilitas keanggotaan. Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, kita wajib membawa dan menunjukkan voucher yang ingin dimanfaatkan. Nah, si Bapak ini tidak bawa voucher-nya.

Padahal hotel chain ini sudah sangat luar biasa dalam memberikan informasi. Terms and conditions ditulis lengkap, jelas dan detail dalam satu surat yang sama, dimasukkan ke dalam satu amplop beserta voucher-vouchernya.

Di saat-saat seperti ini aku bersyukur Mama mendidik kami dengan baik dalam hal membaca dan belajar. Membaca adalah keterampilan tersendiri, tidak cukup dengan sekolah tinggi atau punya banyak uang. “Dibaca, Dek… Dibaca. Dibaca lagi…,” itu kalimat yang sering buanget diucapkan sejak aku kecil.

Tiap kali terima kertas apapun, mulai dari struk pembayaran hingga majalah, Mamaku langsung membacanya sampai tuntas. Ke mana-mana bawa bahan bacaan: koran harian, majalah, tabloid, berbagai kertas urusan keuangan yang belum dibaca, buku; pokoknya semua yang dia rasa perlu untuk dibaca. Nih, ya, tak peduli betapa cerewetnya kita, anak-anak kita hanya bisa belajar dari CONTOH.

Kubayangkan kalau aku berada di situasi seperti Pak itu, pasti Mama dan adek-adekku cuma bilang, “Kapok!!! Salahnya sendiri gak mbaca.” Ya karena memang betul, masalah itu terjadi akibat tidak membaca dengan baik.

Sewaktu terima paket keanggotaan hotel, isinya langsung aku baca. Dasar otakku dikit, ada saja hal-hal yang tidak aku pahami. Maka aku TANYA, dengan detail, baik ke adekku (yang juga aku minta untuk baca sebagai fungsi kroscek) maupun ke customer service.

Bukan menanyakan sesuatu yang jawabannya sudah ada di surat, lho, ya… Melainkan kroscek pemahaman atau menanyakan lebih lanjut. Misalnya terkait voucher, pertanyaan yang benar adalah, “Mbak/Mas, voucher sarapan dan laundry gratis saya serahkan di FO atau ketika saya ke restoran untuk sarapan dan ke housekeeping saat minta laundry?” Ini pertanyaan yang menurutku masih wajar karena urusan bayar-membayar itu di FO, tapi orang FO tidak langsung terjun mengurus sarapan dan laundry, kan…. Bukan pertanyaan capek deh semisal, “Mbak/Mas, apakah saya perlu bawa dan menunjukkan voucher untuk dapat sarapan gratis?” Karena jawabannya sudah ada di panduan.

Orang yang gagal membaca biasanya bertipe serupa, yaitu: ngeyelan. Kayak Pak itu tadi. Sudah jelas-jelas dia salah, dan kesalahannya sangat teknis pula. Eh, masih ngueyelll…. “Katanya saya bisa dapat gratis bla bla bla…” Lhah yang bisa dapat layanan gratis kan bukan cuma dirinya. Makanya pihak hotel perlu lihat secara fisik voucher-nya untuk scan barcode.

Aku pun sering gagal membaca, terutama saat aku tidak konsentrasi penuh atau pas ngantuk atau sedang kecapekan. Daripada ngeyel, aku lebih suka ambil jarak dulu kemudian kubaca ulang ketika sudah dalam kondisi prima. Simple aja, aku tidak ingin jadi orang yang, “Wis banter, salah.” (Suaranya keras, tapi perkataan/pertanyaannya salah) ✌

Pernahkah Anda gagal membaca? Saran saya cuma satu: BACA LAGI. Selamat mencoba! ^___^

Irma Vania (0858 5206 9888 / 282064B9)

You might also like …

Bagaimana menurut Anda ?