Tips Membagi Penghasilan a la Irma Vania

tips membagi penghasilan solusi bayar tagihan cicilan utang

Share terkait tips membagi penghasilan. Saya distributor produk makanan kesehatan bersistem network marketing. Jadi tanpa pengeluaran untuk kulak & gaji karyawan. Tipe pengeluaran cenderung stabil. Penghasilan per bulan rata-rata 100-250jt.

Dalam mengatur keuangan, saya main persentase, bukan jumlah. Kebetulan tesis saya yang pertama adalah terkait home accounting atau keuangan rumah tangga dan punya lisensi home accounting juga. Sehingga beberapa ilmunya saya terapkan di kehidupan pribadi meskipun belum sempurna.

Kalau saya pribadi biasanya untuk tips membagi penghasilan per bulannya seperti ini:

– Maksimal 10% untuk belanja gaya hidup (nonton, beli baju, beli sepatu, liburan). Kalau budget bulan ini sisa, langsung masuk ke rekening investasi atau amal.

– 20% untuk modal operasional (beli pulsa, biaya promosi, training/workshop, transportasi dan akomodasi sekiranya perlu traveling krn biasanya jadi nara sumber, pengelolaan website, dsb..). Kalau budget bulan ini sisa, langsung masuk rekening khusus modal operasional sehingga bisa digunakan di bulan2 lainnya.

– 10% untuk biaya pendidikan karena saya masih kuliah (beli buku, beli artikel jurnal, langganan jurnal, sewa penerjemah, honor asisten riset, dsb..). Alhamdulillah dapat beasiswa riset, jadi secara umum biaya riset plus transportasi-akomodasi riset tidak masuk di budget pribadi saya. Kalau budget bulan ini sisa, tetap disimpan di rekening urusan sekolah.

– 30% untuk investasi finansial (asuransi, cicilan properti, deposito, beli LM). Khusus ini biasanya tidak ada “sisa”. Kalau isi rekening investasi ini nambah biasanya saya diamkan saja atau buat beli LM atau nambah deposito. Enam bulan ini cenderung stabil, tidak ada tambahan investasi besar dan tidak beli LM. Rekening ini juga berfungsi sebagai lumbung dana dadakan. Seperti misalnya saat ini perlu renovasi rumah yg tidak direncanakan sebelumnya, nenek sakit (opname). Sebagian dana ambil dari rekening ini.

– 10-15% untuk biaya hidup sehari-hari rumah tangga (makan-minum, membesarkan kucing dan berbagai hewan di rumah, listrik, iuran RT, uang arisan Mama, cleaning service, dsb…)

– Minimal 20% untuk amal. Amal/sedekah/infaq/biaya anak asuh/dsb.. Pokoknya yang kaitannya dengan giving/memberi ke orang lain.

Saya berusaha patuh pada aturan keuangan yang saya buat sendiri. Namanya juga bisnis, kan gak selalu stabil, ya, penghasilannya. Jadi misalnya budget gaya hidup bulan ini bisa 20jt, bulan depan bisa cuma 5 juta. Tapi jarang sekali saya pakai penuh untuk dana gaya hidup dan pendidikan serta biaya hidup.

Jadi, ketika penghasilan agak berkurang untuk pos-pos yg urgent seperti investasi dan biaya hidup masih ada dananya. Saya dan keluarga terbiasa mengetatkan ikat pinggang di urusan gaya hidup, sampai kadang dibilang kayak orang susah sebab bajunya itu-itu saja. Hehehe… Yg tidak bisa ditawar jumlahnya hanyalah: bayar cicilan, tagihan, uang buat anak asuh.

Demikian share dari saya. Salam kenal dan semoga bermanfaat bagi kita semua…. Kapan-kapan saya akan bikin grup diskusi terkait keuangan rumah tangga. Karena membereskan keruwetan keuangan itu harus ada temannya, supaya bisa sama-sama saling menyemangati dan mengontrol ^__^

Irma Vania Oesmani
(WA / Telegram 0858 5206 9888 , BBM 280D49B6

You might also like …

Bagaimana menurut Anda ?