Kehilangan Pekerjaan dan Nasib Karyawan

solusi kehilangan pekerjaan bisnis moment irma vaniaBeberapa hari ini cukup berat bagiku. Topik PHK sepertinya jadi salah satu tema besar. Kemarin aku menyimak rapat koordinasi PHK di beberapa pabrik di Jawa Timur.

Tidak ada kondisi pekerjaan yang 100% nyaman, terutama ketika posisi kita sebagai pegawai. Orang-orang yang akan di-PHK seringkali tidak tahu bahwa nasib pekerjaan mereka sebentar lagi akan berakhir.

Kupikir mungkin detik ini mereka sedang nonton TV di rumah, berkumpul dengan keluarga, mungkin nongkrong makan sama teman-temannya, beberapa masih bekerja di kantor/pabrik. Sementara di sini kami sedang mendiskusikan dan menyimak rencana “eksekusi” mereka.

Ini menyedihkan sekali.

Banyak orang yang mengira proses PHK atau pemecatan itu diwarnai arogansi dari pihak pemilik perusahaan dan manajemen. Padahal, nyatanya tidak seperti itu. Ini adalah puncak dari berbagai masalah, keterbatasan dan kebijakan yang seringkali tidak dipahami oleh karyawan dan orang yang tidak pernah memimpin serta menjalankan sebuah usaha/bisnis.

Ada banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan. Ribuan. Secara statistik, paling tidak 60%-nya akan langsung terserap lagi di pasar tenaga kerja. Kemudian 40%-nya ke mana? Bagaimana nasibnya?

Dengan kondisi seperti ini, ayolah, buka mata dan hati. Kalau ada orang yang punya pekerjaan baik meski tidak sebaik posisi sebagai pegawai, janganlah dihina. Merintis dan menjalankan suatu usaha itu tidak mudah, tapi luar biasa terhormat. Dan terus terang posisinya lebih aman daripada sekedar jadi karyawan biasa. Berapa persen orang sih yang bisa jadi direksi? Sisanya mah sama, buruh.

Kalau kamu bisanya hanya mengolok-olok teman-teman yang berjualan, menjauhi teman yang memulai bisnis, meremehkan teman yang berbisnis MLM; menurutku kamu harus bercermin, selain nyinyir apa kamu bisa membuka lapangan kerja yang menurutmu lebih baik dan terhormat?

Tidak perlu pura-pura peduli kalau kamu bisanya hanya mengkritik dan menghina, bisanya hanya mendiskusikan politik tanpa kinerja nyata memperbaiki kondisi, tidak usah merasa terhormat kalau kamu hanya bisa menunggu proyek dan bayaran, kamu bukan aktivis jika mengubah hidupmu sendiri pun tak mampu, kamu tidak bisa jadi pendukung dan pembela siapapun jika kamu masih miskin.

Irma Vania Oesmani | www.themomentum.id
WA/Telegram 08585-2069-888

You might also like …

Bagaimana menurut Anda ?