Tentang Saya, Irma Vania Oesmani

irma vania oesmani moment konsultan peluang usaha bisnis rumahan modal kecil

Successful people do what unsuccessful people are not willing to do. Don’t wish it were easier; wish you were better.

— Jim Rohn

Meski meraih keuntungan 4 milyar dalam 3 tahunan berbisnis, sebenarnya saya bukan seorang superwoman.

Beberapa tahun lalu saya masih bekerja sebagai seorang dosen, menjalani kehidupan sehari-hari seperti banyak orang lainnya : berangkat kerja, mengajar, pulang, dan kembali ke awal. Tidak ada yang istimewa, namun ada beberapa pengalaman yang tidak mengenakkan dalam hidup.

Soal Hutang

Siapa yang tak pernah memiliki hutang? Sebagian besar dari Anda saya yakin pernah berutang. Saya memiliki hutang? Ya, Anda benar. Lebih tepatnya hutang yang dimiliki keluarga. Jumlahnya tidak sedikit, yaitu sekitar 600 juta. Utang yang dimiliki orang tua pastilah membawa dampak bagi seluruh anak-anaknya termasuk saya. Dengan sebatas gaji seorang dosen, apa yang bisa saya perbuat?

Kala itu setiap bangun pagi yang saya rasakan adalah teror. Para penagih utang yang datang bahkan sampai ke kantor. Hutang yang ditanggung seluruh anggota keluarga seperti hantu gentayangan. Bisakah saya bekerja secara nyaman dalam keadaan seperti ini? Saya yakin Anda tahu jawabnya.

Saya Sakit

Hutang ratusan juta ternyata bukanlah satu-satunya kendala hidup yang menimpa. Sekitar dua tahunan yang lalu muncul satu lagi berita buruk. Saya sakit. Dokter mendiagnosis saya mengalami miom. Rasanya? Hancur.

Masalah hutang belum beres, gaji tidak mencukupi, masih didera oleh pendarahan hebat yang rutin saya alami. Dokter memberikan pilihan kepada saya antara lain untuk operasi. Pun bila saya iyakan, bisa jadi operasi mengangkat miom tak cukup satu kali. Dalam situasi seperti ini semuanya tampak muram bagi saya, ya kesehatan yang memburuk, ya keuangan yang ambruk, apa yang harus saya lakukan?

Tidak Tahu Moment, Namun Saya Harus Sehat

Ada satu mahasiswa saya kala itu yang mengetahui masalah Miom yang saya derita. Saya ditawari produk dari Moment yang bernama Glucogen untuk membantu soal miom yang saya miliki. Saya tidak tahu banyak tentang Moment kala itu, tapi apakah salah jika kesempatan baik kita abaikan? Maka langsung saya iyakan.

Saya mengonsumsi Glucogen secara rutin dengan satu motivasi : saya harus kembali sehat. Jika sakit, semakin banyak masalah yang tidak bakal rampung. Tentu saja sembari saya mencari tahu kandungan Glucogen dan saya yakin bahwa yang saya konsumsi ini memang produk premium dari Moment yang aman. Saya perlu kembali sehat. Harus!

Miom Tuntas, Secercah Harapan Tiba

Kalau banyak yang bertanya mengapa saya bergabung di Moment, jawaban saya selalu sama : demi kesehatan. Apa yang saya yakini, usaha yang saya tekuni ternyata terbukti. Dengan Glucogen yang saya konsumsi rutin, miom saya beres tanpa harus operasi. Bahagia? Ya bahagia banget… Yang tadinya mengalami pendarahan, sekujur tubuh merasakan sakit, sekarang sudah tidak saya alami kembali.

Kembali sehat, namun belum semuanya sehat. Utang keluarga belum rampung. Inilah titik dimana saya bersyukur bahwa Moment bukan hanya memberikan solusi kesehatan, namun juga memberikan bisnis menguntungkan untuk saya jalankan. Catat!

Saya Bukan Siapa-siapa, Tapi Saya Berani Mencoba dan Berhasil

Blank saya, tanpa pengalaman usaha sebelumnya. Tidak ada latar belakang berbisnis. Ini keadaan ketika saya mengawali berbisnis Moment.

Diluar dugaan, sekitar bulan-bulan pertama saya bisa meraih keuntungan 16 juta rupiah. Besaran uang yang mustahil saya dapatkan dari pekerjaan saya selama 1 bulan.

Setiap hari kadang saya meraih sampai 12 juta lebih dari Moment. Sistem bisnis ini online dan bekerja sama resmi dengan Bank Mandiri. Alhasil uang tersebut selalu ditrasnfer otomatis setiap hari kerja. Saldo mulai terisi dan syukur alhamudillah di sekitar tahun pertama saya berbisnis Moment, hutang keluarga bisa saya lunasi.

Bahagia yang Memuncak

Sebuah bisnis yang legal, sah secara hukum, namun sederhana bagi saya untuk ditekuni, dan tentunya penghasilan yang hingga puluhan – ratusan juta perbulan, semua ini membawa kebahagiaan tersendiri.

Bersama Moment ini pula saya bisa melanjutkan S3 saya di luar negeri. Dari reward Moment saya sudah mendapatkan liburan gratis ke luar negeri mulai dari Singapura, Thailand, Swiss, Jerman, hingga Perancis. Saya juga berhasil membawa orang tua saya jalan-jalan dengan kapal pesiar mewah. Beberapa apartemen baru juga berhasil saya beri.

Kebahagiaan saya memuncak. Mengapa? Tentu saja karena segala hal yang saya paparkan diatas, rasa syukur yang berlimpah hasil dari ketekunan berbisnis Moment. Namun bukan hanya itu. Ternyata kisah ini bukan saya sendiri saja yang mengalami. Banyak teman-teman di Moment yang senasib. Kami pernah berada dalam berbagai masalah. Kami berani menekuni peluang usaha ini. Akhirnya kamu bisa merasakan kebahagiaan di hari ini. 🙂